Desa Bunder terletak dibagian barat kecamatan Widasari Kab. Indramayu dari
jalur pantura Widasari sekitar 3 KM, Desa Bunder
memiliki dua bagian di batasi dengan jembatan, yang biasa disebut dengan
sasak telu (jembatan tiga). Maksudnya ada tiga cabang jalan arah ke Wanasari arah ke Jimpret dan arah ke Bunder. Desa Bunder sendiri ada dua
yang disebut dengan Bunder dan Jimpret, masing-masing dibedakan dengan
jalan yang cabang.
Masyarakat
desa Bunder masih percaya dengan ritual-ritual, seperti Sedekah Bumi. Di desa Bunder ada tempat yang dinamakan kedokan
kartem yang terletak di tengah-tengah persawahan. Yang biasa pada hari
tertentu masyarat pada membikin tumpeng untuk acara tahunan Sedekah Bumi dan diserahkan ke tempat keramat
tersebut. Banyak masyarakat yang percaya dengan hal yang mitos
tersebut.
Desa
Bunder memiliki masjid yang lumayan besar, yaitu masjid Jami Baitul
Ma’mur yang terletek sejajar dengan kantor Balai Desa Bunder.
Masyarakat
Desa Bunder pekerjaannya yang bervareasi seperti Petani, Pedagang,
Wiraswasta, Guru, dll. Masyarakat desa Bunder mayoritasnay adalah
pentani karena sawah di desa Bunder sangat luas sekali. Perekonomian yang
meningkat sangat derastis di desa Bunder apabila panen tiba . Dan banyak juga masyarakat
yang kerja di luar daerah maaupun luar Negeri.
Deskripsi Kondisi Geografis dan Sosiokultural Desa Bunder
Desa Bunder adalah salah satu desa yang terletak di
Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, dengan koordinat 6o27’50 LS
dan 108o15’57 BT serta memiliki luas wilayah 216,98 Ha. Sedangkan
untuk populasi Desa Bunder, berjumlah 4.687 jiwa. Desa ini berbatasan dengan:
a.
Sebelah Utara : Desa Tamansari (Tegal Bedug) dan Ujung Aris.
b.
Sebelah Timur :
Desa Widasari dan Kongsi Jaya.
c.
Sebelah Selatan : Desa Kalensari.
d.
Sebelah Barat :
Desa Telagasari dan Nunuk
Kondisi ketinggian tanah dari permukaan air laut adalah
0,5 m dengan suhu rata-rata 31o C. Jarak dari pusat pemerintahan
Kecamatan 3 KM. Penduduk Desa Bunder pada umumnya menggunakan sumur bor untuk
memenuhi kebutuhan air untuk sehari-hari, tetapi berhubung airnya asin sehingga
air ini tidak dipakai untuk minum.
- Penduduk Desa Bunder mayoritas beragam Islam. Daerahnya
terdiri dari 4 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT) serta mempunyai 3
Masjid Jami’ dan 17 Mushola. Adapun kegiatan keagamaan yang sudah berjalan
yaitu jamiah qulhu dan jamiah ibu-ibu yang rutin dilaksanakan seminggu sekali
di setiap mushola.
Bidang Pendidikan
Pendidikan formal di Desa Bunder hanya terdapat 3 Sekolah
Dasar (SD), yaitu SDN I Bunder, SDN II Bunder, dan SDN III Bunder. Sedangkan
pendidikan non formal terdiri dari 1 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), 2
TK/TPA yang lokasinya di samping DTA dan di Balai Desa.
-
Bidang Ekonomi
Desa Widasari termasuk daerah pertanian yang hasil
utamanya adalah padi dan sebagian merupakan tanaman palawija seperti kacang
panjang, bawang merah, dan ketimun. Perekonomian Desa Bunder mayoritas berasal
dari pertanian ini, setiap orang hampir semua warga mempunyai sawah
masing-masing sedangkan sisanya menjadi buruh tani. Berdasarkan data yang ada,
jumlah kepala keluarga yang bekerja 998 jiwa dan yang tidak bekerja mencapai
494 jiwa.
-
Bidang Kesehatan dan Lingkungan
Fasilitas kesehatan di Desa Bunder sangat kurang, hanya
terdapat satu unit puskesmas desa yang ditangani oleh seorang bidan desa serta
perlatan dan obat-obatan yang tidak memadai. Sedangkan keadaan lingkungan di
Desa Bunder kurang begitu bersih dan setiap kali musim hujan terendam banjir, hal
ini dikarenakan drainase (saluran air) yang tidak ditata dengan baik karena
kesadaran masyarakat yang kurang.
Bidang Sosial dan Organisasi Pemerintahan Rasa
kebersamaan atau gotong royong di masyarakat Desa Bunder hampir punah
dikarenakan situasi politik yang tidak bersih, contohnya pemilihan kepala desa
dengan money politic sehingga sebagian besar masyarakat kecewa dan susah untuk
bekerja sama. pemerintah Desa Bunder dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang
dibantu oleh perangkat desa yang membawahi 4 RW dan 12 RT. Pemerintahan Desa
Bunder didukung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI, LPM, Karang Taruna, PIK-KRR dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar